Minggu, 03 Juli 2011

Mobil Sapu Angin Buatan Mahasiswa ITS Yang Irit Bahan Bakar


Tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya terus melakukan penyempurnaan terhadap mobil Sapu Angin yang diciptakannya, sehingga semakin irit n bahan bakar.

Tiga mahasiswa angkatan tahun 2007 itu--Eko Hardianto, Buda Yulia Prasetya, dan Ahmad Nurdin Arpah--menciptakan 3 varian mobil Sapu Angin, yakni Sapu Angin 3, 4, dan Sapu Angin 5.

Eko yang merupakan manajer tim menjelaskan, Sapu Angin 3, 4, dan 5 merupakan penyempurnaan mobil Sapu Angin 2 yang tahun lalu berlaga dalam perlombaan mobil irit bahan bakar tingkat Asia di Sirkuit Sepang, Malaysia.

Menurut Eko, Sapu Angin 3 mirip Sapu Angin 2. Namun, Eko dan kedua kawannya melakukan penyempurnaan, khususnya pada penataan desain dan perubahan pada mesin.

”Hasilnya, dengan satu liter bahan bakar premium Sapu Angin 3 bisa menempuh jarak 300 kilometer. Sedangkan Sapu Angin 2 hanya jarak 238 kilometer,” kata Eko kepada Tempo, Minggu, 3 Juli 2011.

Mobil Sapu Angin 4, kata Eko, mirip dengan Sapu Angin 3. Penggunaan bahan bakarnya juga 300 kilometer per liter. Namun, yang membedakannya dengan Sapu Angin 3, Sapu Angin 4 menggunakan mesin diesel.

Sapu Angin 3 dan 4, menurut Eko, adalah varian yang mengusung konsep urban content atau city car. Kedua varian tersebut juga merupakan cikal bakal untuk bisa diproduksi secara massal.

Perbedaan mesin antara Sapu Angin 2 dan 3 ada pada penggunaan mesin yang mereka namai Paijo Experiment (PEX). PEX yang dulunya hanya memakai satu busi kali ini dikembangkan menjadi 2 busi. "Kami juga gunakan sistem injeksi yang kami namai sistem iki uteke (bahasa jawa berarti ini otaknya)," ujar Eko.

Sistem ini secara harfiah dinamakan IQU-TECH. Namun, untuk mempermudah dan memberikan ciri kas Jawa Timuran, sistem tersebut dibaca dengan iki uteke.
Mobil Sapu Angin 5 bahkan jauh lebih irit. Dengan satu liter premium, mobil ini bisa menempuh jarak 1.500 kilometer. Varian ini masih merupakan prototipe dengan bentuk yang dan bobot yang lebih kecil dibandingkan Sapu Angin 3 dan 4.

Dengan kelebihan masing-masing, ketiga varian Sapu Angin itu akan diikutsertakan dalam ajang lomba mobil irit bahan bakar pada "Shell Eco Maraton Asia Tahun 2011" yang akan digelar di Malaysia, 10-14 Juli 2011 mendatang.

”Beberapa perguruan tinggi di Indonesia juga ikut dalam lomba tersebut. Tapi, Sapu Angin 3 adalah satu-satunya mobil yang menggunakan mesin diesel dalam lomba nanti,” ujar Eko pula.

Sumber: http://www.tempointeraktif.com


Kamis, 02 Juni 2011

Prinsip Kerja Time Travel


Time Travel, atau perjalanan menembus waktu, adalah sesuatu yang dianggap sains fiksi pada zaman ini. Banyak sekali film yang mengupas topik mesin waktu, contohnya Back to the future, Terminator, Timeline, Time Machine, Frequency, Heroes, Lost, The 4400, dll. Yang aneh, konsep waktu di beberapa film ini berbeda-beda loh.

Yang dimaksud dengan time travel adalah begini : kita (materi) atau informasi dikirim dengan suatu alat yang dinamakan dengan mesin waktu sehingga kita melompat ke masa depan, atau kembali ke masa lalu. Jadi hidup kita yang cenderung maju menuju masa depan bukanlah dikatakan time travel.
 
Misalkan kamu berangkat dari jakarta dengan pesawat supersonik MACH2 pukul 5 sore dan kamu sampai di Irian jaya beberapa menit kemudian dan waktu disana sudah menunjukkan pukul 7.13 malam. Ini bukan time travel, hanya perbedaan waktu di dua tempat yang bujurnya berbeda. Kalau kamu sampai di Irian jaya dan tiba-tiba waktu sudah berlalu 5 tahun, nah, itu baru time travel.

Tapi apakah time travel itu mungkin terjadi menurut ilmu fisika? Fisika newton

mengatakan tidak, karena waktu bagi Isaac Newton adalah bagaikan anak panah yang ditembakkan. Ia melaju searah dan tetap. Jam berdetak sama cepatnya dimanapun di jagat raya ini. Lalu datang pak Albert Einstein yang membuktikan kalau rupanya Newton itu salah besar. Einstein bilang, waktu itu bagaikan aliran air di sungai. Ia bisa dipercepat, diperlambat, dan kadang ia bermuara di suatu tempat, kadang sungainya malah bercabang dua. Fisika Einstein yang terkesan gila ini ternyata memungkinkan terjadinya time travel.
 
Alasan mengapa time travel tidak mungkin terjadi........!!!

Tapi banyak ilmuwan besar yang menganggap time travel itu tidak mungkin/tidak boleh terjadi. Stephen Hawking, misalnya. Beliau adalah genius yang tidak percaya pada time travel. Ia terus berusaha membuktikan kalau time travel itu tidak mungkin dilakukan. Anehnya, sampai saat ini, tidak ada satupun hukum di fisika yang melarang terjadinya time travel. Time travel mungkin terjadi!

Lalu Stephen Hawking mengeluarkan satu pertanyaan yang sangat terkenal, yang bertujuan untuk membungkam orang yang terobsesi dengan membuat mesin waktu. Dia bilang begini :

“Kalau mesin waktu itu ada, dan time travel itu bisa diciptakan, mengapa kita belum menjumpai turis yang datang dari masa depan? Seharusnya turis2 sekarang sudah membanjiri zaman ini, datang dari masa depan untuk mengambil foto dsb. Mengapa belum ada seorang pun?”

1. Grandfather Paradox
Ini paradoks yang paling terkenal. Begini maksudnya : Misalkan kamu kembali ke masa lalu dan membunuh kakekmu, maka ayah mu tidak pernah dilahirkan dan akibatnya kamu tidak pernah ada. Kalau kamu tidak pernah ada, bagaimana kamu bisa kembali ke masa lalu dan melakukan pembunuhan itu?

2. Information paradox
Misalnya kamu kembali menemui dirimu sendiri dimasa lalu dan memberikan rahasia membuat mesin waktu kepada dirimu yang lebih muda. Dirimu yang lebih muda itu kemudian menggunakan rahasia itu untuk membangun mesin waktu dan kemudian menggunakan mesin waktu itu untuk kembali mengunjungi dirimu dan memberikan rahasia mesin waktu itu. Ini paradoks karena dari mana informasi asli (rahasia mesin waktu itu) berasal?

Contoh information paradox dapat kita lihat di film Harry Potter and the Prisoner of Azkaban, ketika Harry Potter kembali ke masa lalu dan berhasil membuat mantra patronus padahal dia sebelumnya tidak mampu. Ketika ditanya kenapa dia bisa membuatnya, dia bilang, aku bisa kali ini karena aku sudah membuatnya. Masuk akal gak? Haha..

3. Bilker’s Paradox
Misalnya, kamu menggunakan mesin waktu utk kemasa depan, & di masa depan kamu melihat dirimu menikah dengan seorang cewek yg namanya Jane. Lalu kamu kembali ke masa sekarang dan malah menikahi cewek lain yang namanya Cindy, maka masa depanmu sudah berubah & pertanyaanya, kok dimasa depan yg pertama saya bisa nikah sama Jane?

4. Sexual Paradox
Paradox ini lebih membingungkan lagi. Kamu kembali ke masa lalu & bertemu dengan ibumu ketika dia masih remaja. Kalian jatuh cinta & akhirnya menikah dan punya anak. Anak itukah dirimu? Mungkinkah kamu meng-ayah-i dirimu sendiri? Ini dapat dilihat di film Back To The Future, dimana Marty kembali ke masa lalu & bertemu ibunya yg kemudian jatuh cinta pada dirinya.

Contoh Sexual paradox yg lebih aneh adalah seperti ini : Sebuah novel Janus Equation karya G Spruill, seorang ilmuwan bertemu seorang gadis yg sangat cantik & mereka jatuh cinta, lalu menikah. Setelah beberapa lama, ternyata ilmuwan itu mengetahui kalau gadis itu pernah operasi plastik & operasi kelamin & dia sesungguhnya adalah laki-laki. Bahkan ternyata gadis itu adalah sang ilmuwan sendiri yg datang dari masa depan. Ini artinya dia berhubungan seks dengan dirinya sendiri. Kita jadi bertanya-tanya, bagaimana kalau mereka punya anak, dan misalkan anak ini kembali ke masa lalu dan menjadi ilmuwan dan memulai semuanya lagi, mungkinkah kamu jadi ayah, ibu, dan anak sekalian?

Sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7345166


Selasa, 24 Mei 2011

Menentukan Ukuran Baut

Dalam perdagangan ulir sudah di standarisasikan & bentuk ulir nya dapat bermacam-macam yaitu:
 
1. Standard British Witworth ulir sekrup
2. British Association ulir sekrup
3. American National Standar ulir sekrup
4. Unified Standar ulir sekrup
5. Square thread ( Ulir sekrup bujur sangkar )
6. Acme Thread
7. Ulir sekrup bulat ( Knuckle thread )
8. Ulir sekrup trapesium ( Buttress thread )
9. Ulir sekrup metris ( Metric thread )
Pada saat ini ulir yang terdapat di dalam perdagangan, ada dua standard yang dipakai yaitu :
a. Standard British Witworth dengan ciri-ciri nya :
- Simbol nya W misal nya W ½ “ artinya diameter luar nya adalah ½ inchi
- ukuran nya dalam satuan inchi
- sudut puncak (alpha)= 55 derajat

b. Standard Metris (SI) :
- simbol nya (M), misal nya M20 artinya diameter luar nya adalah 20mm
- semua ukuran dalam tabel dan gambar dalam satuan (mm)
- sudu puncak (alpha)= 60 derajat.
 
Ini adalah Tabel ukuran baut Standard Metris (SI) (klik tabel untuk memperbesar tampilan)
 
 
 
Contoh perhitungan dan pemilihan ukuran baut pada tabel
Suatu gantungan yang diikat kelangit-langit dengan 4 buah baut harus menahan beban sebesar 10 000 N, Jika baut terbuat dari bahan Fe 490 dengan faktor keamanan yang direncanakan adalah 7, berapakah ukuran baut yang diperlukan?

Jawab:
Diketahui :
- Bahan baut Fe 490 mempunyai tegangan tarik maksimal 490 N/ mm2.
- Safety factor, v = 7
- Jadi tengan tarik yang diizinkan bahan adalah :
Teg.izin =  Teg.mak / v = 490 / 7 = 70 N/ mm2
-F = 10 000 N,
- Z = 4,

Penyelesaian :
 
Dc =  √(4.F / Z.π. Teg.izin ) =  √ (4.10 000 / 4.3,14. 70) = 6,7 mm (diameter terkecil)
 
Maka besar diameter luar dari baut (d) :
 
dc   = 0,8 d ;   d = 1,25 .dc = 1,25 (6,7) = 8,375 (mm)‏ (diameter terbesar)
 
Dari tabel baut untuk d = 8, 375 mm diambil M 10 x 1,25 dengan diameter luarnya   10 mm dan jarak kisaarnya 1,25 mm.
 
Dalam menentukan ukuran baut pada tabel disarankan untuk menggunakan  jenis Fine Series terlebih dahulu jika diameter terbesar  hasil perhitungan masih dibawah 39 mm
 
Sumber : Buku Elemen Mesin Jilid II


Sabtu, 05 Maret 2011

Satelit Bumi Gagal Mencapai Orbit Setelah Peluncuran

NASA's Earth observation satellite Glory, illustrated here, failed to reach orbit.


Satelit pengamat Bumi “ Glory”  gagal mencapai orbit pada hari Jumat setelah tutup pelindung perusahaan tidak terpisah setelah diluncurkan, kata seorang pejabat NASA. 

"Fairing tidak terpisah dan kendaraan tidak memiliki kecepatan yang cukup untuk dapat mencapai orbit," kata seorang pejabat di NASA TV, Dia menambahkan bahwa "tidak ada indikasi mengapa hal tersebut bisa sampai terjadi."

Dia mengatakan akan ada jumpa pers di sekitar 7:30 (12:30 GMT). 

Peluncuran satelit – rencananya  untuk mengukur aerosol di atmosfer bumi untuk membantu menjelaskan dampaknya terhadap iklim - ditunda pada 23 Februari setelah kontrol tanah tak terduga yang terdeteksi 15 menit sebelum lepas landas. 

Pada hari Jumat itu meroket jauh dari Vandenberg Air Force Base di California dengan roket empat tahap Taurus-XL jam 02:09 (10:09 WIB), tapi NASA segera melaporkan bahwa hal itu memperlambat dan tidak akan mencapai orbit. 

Sebuah kecelakaan serupa terjadi pada Februari 2009, ketika sebuah satelit yang dirancang untuk memantau emisi karbon dioksida global jatuh ke laut di dekat Antartika setelah gagal mencapai orbit, yang merupakan kemunduran bagi ilmu iklim. 

Saat itu juga, misi kesalahan fatal terjadi beberapa menit setelah lepas landas ketika sebuah kerucut hidung clamshell seperti dikenal sebagai fairing, yang melindungi satelit selama pendakian tersebut, gagal untuk memisahkan dengan benar. 

Glory membawa instrumen yang akan dipergunakan untuk mengukur aerosol dan mempelajari bagaimana matahari berinteraksi dengan atmosfer. 

"Baik aerosol dan energi matahari mempengaruhi anggaran energi planet - jumlah energi yang masuk dan keluar atmosfer bumi," kata NASA menjelang peluncuran.

"Sebuah pengukuran yang akurat dari dampak tersebut adalah penting dalam rangka mengantisipasi perubahan iklim masa depan kita dan bagaimana mereka dapat mempengaruhi kehidupan manusia." 

Glory satelit dan roket Taurus berdua dibangun oleh Orbital Sciences Corp yang berbasis di Virginia.
 
Satelit itu sendiri beratnya £ 1164 (528 kilogram), dan membawa dua instrumen utama, Aerosol polarimetri Sensor dan pancaran total Monitor yang akan diarahkan pada matahari. 

Glory seharusnya grafik kursus orbit 340 mil laut di atas bumi, sebelum menggunakan sistem propulsi on-board untuk meningkatkan orbit dengan 438 mil laut. 

Saat itu seharusnya bergabung dengan apa yang dikenal sebagai "Train A-" Bumi-mengamati satelit dikirim oleh NASA. 

Lima sudah ada - Aqua, Cloudsat, Calipso, Parasol dan Aura - terbang dalam formasi, melintasi khatulistiwa setiap sore. Glory akan menjadi anggota keenam kelompok.


Sumber : Discovery Channel


Jumat, 11 Februari 2011

Types of Heat Exchanger Construction – Plate

A plate type heat exchanger, as illustrated in Figure 2, consists of plates instead of tubes to separate the hot and cold fluids. The hot and cold fluids alternate between each of the plates. Baffles direct the flow of fluid between plates. Because each of the plates has a very large surface area, the plates provide each of the fluids with an extremely large heat transfer area. Therefore a plate type heat exchanger, as compared to a similarly sized tube and shell heat exchanger, is capable of transferring much more heat. This is due to the larger area the plates provide over tubes. Due to the high heat transfer efficiency of the plates, plate type heat exchangers are usually very small when compared to a tube and shell type heat exchanger with the same heat transfer capacity. Plate type heat exchangers are not widely used because of the inability to reliably seal the large gaskets between each of the plates. Because of this problem, plate type heat exchangers have only been used in small, low pressure applications such as on oil coolers for engines. However, new improvements in gasket design and overall heat exchanger design have allowed some large scale applications of the plate type heat exchanger. As older facilities are upgraded or newly designed facilities are built, large plate type heat exchangers are replacing tube and shell heat exchangers and becoming more common.



Types of Heat Exchangers

Because heat exchangers come in so many shapes, sizes, makes, and models, they are categorize according to common characteristics. One common characteristic that can be used to categoriz them is the direction of flow the two fluids have relative to each other. The three categories ar parallel flow, counter flow and cross flow.

Parallel flow, as illustrated in Figure 3, exists when both the tube side fluid and the shell side fluid flow in the same direction. In this case, the two fluids enter the heat exchanger from the same end with a large temperature difference. As the fluids transfer heat, hotter to cooler, the temperatures of the two fluids approach each other. Note that the hottest cold-fluid temperature is always less than the coldest hot-fluid temperature.


Counter flow, as illustrated in Figure 4, exists when the two fluids flow in opposite directions. Each of the fluids enters the heat exchanger at opposite ends. Because the cooler fluid exits the counter flow heat exchanger at the end where the hot fluid enters the heat exchanger, the cooler fluid will approach the inlet temperature of the hot fluid. Counter flow heat exchangers are the most efficient of the three types. In contrast to the parallel flow heat exchanger, the counter flow heat exchanger can have the hottest cold-fluid temperature greater than the coldest hot-fluid temperatue.

Cross flow, as illustrated in Figure 5, exists when one fluid flows perpendicular to the second fluid; that is, one fluid flows through tubes and the second fluid passes around the tubes at 90° angle. Cross flow heat exchangers are usually found in applications where one of the fluids changes state (2-phase flow). An example is a steam system’s condenser, in which the steam exiting the turbine enters the condenser shell side, and the cool water flowing in the tubes absorbs the heat from the steam, condensing it into water. Large volumes of vapor may be condensed using this type of heat exchanger flow.
Sumber : http://openticle.com