Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Juli 2011

Mobil Sapu Angin Buatan Mahasiswa ITS Yang Irit Bahan Bakar


Tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya terus melakukan penyempurnaan terhadap mobil Sapu Angin yang diciptakannya, sehingga semakin irit n bahan bakar.

Tiga mahasiswa angkatan tahun 2007 itu--Eko Hardianto, Buda Yulia Prasetya, dan Ahmad Nurdin Arpah--menciptakan 3 varian mobil Sapu Angin, yakni Sapu Angin 3, 4, dan Sapu Angin 5.

Eko yang merupakan manajer tim menjelaskan, Sapu Angin 3, 4, dan 5 merupakan penyempurnaan mobil Sapu Angin 2 yang tahun lalu berlaga dalam perlombaan mobil irit bahan bakar tingkat Asia di Sirkuit Sepang, Malaysia.

Menurut Eko, Sapu Angin 3 mirip Sapu Angin 2. Namun, Eko dan kedua kawannya melakukan penyempurnaan, khususnya pada penataan desain dan perubahan pada mesin.

”Hasilnya, dengan satu liter bahan bakar premium Sapu Angin 3 bisa menempuh jarak 300 kilometer. Sedangkan Sapu Angin 2 hanya jarak 238 kilometer,” kata Eko kepada Tempo, Minggu, 3 Juli 2011.

Mobil Sapu Angin 4, kata Eko, mirip dengan Sapu Angin 3. Penggunaan bahan bakarnya juga 300 kilometer per liter. Namun, yang membedakannya dengan Sapu Angin 3, Sapu Angin 4 menggunakan mesin diesel.

Sapu Angin 3 dan 4, menurut Eko, adalah varian yang mengusung konsep urban content atau city car. Kedua varian tersebut juga merupakan cikal bakal untuk bisa diproduksi secara massal.

Perbedaan mesin antara Sapu Angin 2 dan 3 ada pada penggunaan mesin yang mereka namai Paijo Experiment (PEX). PEX yang dulunya hanya memakai satu busi kali ini dikembangkan menjadi 2 busi. "Kami juga gunakan sistem injeksi yang kami namai sistem iki uteke (bahasa jawa berarti ini otaknya)," ujar Eko.

Sistem ini secara harfiah dinamakan IQU-TECH. Namun, untuk mempermudah dan memberikan ciri kas Jawa Timuran, sistem tersebut dibaca dengan iki uteke.
Mobil Sapu Angin 5 bahkan jauh lebih irit. Dengan satu liter premium, mobil ini bisa menempuh jarak 1.500 kilometer. Varian ini masih merupakan prototipe dengan bentuk yang dan bobot yang lebih kecil dibandingkan Sapu Angin 3 dan 4.

Dengan kelebihan masing-masing, ketiga varian Sapu Angin itu akan diikutsertakan dalam ajang lomba mobil irit bahan bakar pada "Shell Eco Maraton Asia Tahun 2011" yang akan digelar di Malaysia, 10-14 Juli 2011 mendatang.

”Beberapa perguruan tinggi di Indonesia juga ikut dalam lomba tersebut. Tapi, Sapu Angin 3 adalah satu-satunya mobil yang menggunakan mesin diesel dalam lomba nanti,” ujar Eko pula.

Sumber: http://www.tempointeraktif.com


Senin, 10 Januari 2011

Teknologi S-KTRC dan KIBS Pada Kawasaki Ninja ZX-10R 2011


Berdasarkan data dan hasil tes yang didapat dari uji performa Kawasaki ZX-10R 2011, ternyata peningkatan tenaga yang dihasilkan dari versi sebelumnya cukup signifikan. Yaitu sebesar 197 daya kuda, lebih besar dari BMW S1000RR yang memiliki tenaga 193 daya kuda dan diklaim menjadi motor tercepat di kelas 1.000cc saat ini.

Bahkan hanya itu, jagoan baru Kawasaki ini, masih memiliki potensi menjadi 207dk dengan bantuan ram air. Apalagi beban motor ini sekarang lebih ringan 6kg yaitu hanya 198kg. Hasil dari jurus baru tersebut adalah power-to-weight ratio senilai 0.99:1. Tentunya S1000RR yang menjadi acuan kalah telak karena lebih berat dan kalah tenaga. Bimmer ini “hanya” menghasilkan 0.95:1.

Disinyalir, peningkatan tenaga yang terdapat pada ZX 10R ini merupakan paduan yang apik dari aplikasi teknologi Sport Kawasaki TRaction Control (S-KTRC) dan Kawasaki Intelligent Anti-lock Brake System (KIBS). 

Cara kerjanya bagaimana?

Sport Kawasaki Traction Control memiliki cara kerja yang berbeda. S-KTRC secara konstan memantau dan berkerja aktif, sedangkan traction control biasa hanya aktif ketika hanya ada gejala sliding (perbedaan kecepatan roda depan dan belakang). Selain itu S-KTRC memiliki lebih banyak sensor, selain di roda, juga terdapat di posisi bukaan gas, putaran mesin dan akselerasi.

Hasilnya cukup mengagumkan, karena di dunia balap atau kecepatan, teknologi ini bisa menjaga motor tetap berada di jalurnya (racing line) yang tepat. S-KTRC memiliki respon lebih cepat dibanding traction control biasa. Karena selalu aktif dan mampu bereaksi tiap 5 milidetik dan menyesuaikan dengan pengapian, sehingga memberikan traksi dan power yang optimal.

Yang spesial adalah karena S-KTRC didesain untuk mengijinkan wheelie (roda depan terangkat yang menguntungkan ketika akselarasi. Namun juga bisa mengeliminasi wheelie yang mengakibatkan kehilangan kecepatan atau membahayakan.

S-KTRC dapat dioperasikan dalam 3 mode, dan ketiganya dapat berkerja dengan baik di jalanan kering maupun basah. Sebenarnya ini merupakan power switch yang berkemampuan untuk membatasi power sehingga pada mode terendah motor ini dapat berjalan santai dan ganas berakselarasi pada mode tertinggi. S-KTRC menjadi fitur standar di ZX-10R 2011.

Fitur kedua yang menjadi rahasia terciptanya performa sempurna di Kawasaki ZX 10R adalah Kawasaki Intelligent Anti-lock Brake System atau KIBS. Sistem pengereman ABS dari Kawasaki ini, tidak hanya bertujuan untuk menjaga roda terkunci namun juga demi keuntungan performa.

KIBS memiliki lebih banyak sensor dibanding ABS biasa. Tujuannya adalah untuk memberikan porsi pengereman yang tepat sehingga roda belakang tidak mengangkat. Sehingga traksi ban belakang tetap terjaga dan rider langsung dapat gas pol kembali tanpa harus menunggu roda belakang menapak ke tanah.

Selain itu KIBS juga memiliki kemampuan untuk bekerja sama saat engine brake. Sistem ini hanya menambah berat kurang dari 3kg. Dan terlokasi di dalam center of gravity. Sehingga tidak perlu khawatir penambahan bobot KIBS akan mengganggu distribusi bobot motor.

Sumber : http://motorplus.otomotifnet.com


Minggu, 09 Januari 2011

Tilang Elektronik Mulai Diberlakukan Awal 2012

JAKARTA  — Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya pada Januari 2012 akan melakukan penerapan penegakan hukum pelanggar lalu lintas (tilang) melalui elektronik atau disebut Electronic Law Enforcement (ELE).


Akan terpasang beberapa kamera pengintai di jalan-jalan protokol di Jakarta. “Kami akan memasang 3 kamera dari Blok M sampai Kota, yang mana kamera itu bisa memotret pelanggaran lalu lintas (lalin). Ini sebagai pilot project pertama, jika sukses nantinya akan diperluas,” jelas Irjend (Pol.) Sutarman, Kapolda Metro Jaya.

Untuk menyukseskan program ini Polda Metro Jaya akan bekerjasama dengan PT Registrasi dan Identifikasi Nasional (RIN) dalam menyiapkan perangkat infrastrukturnya. Setiap kendaraan akan dipasangi on-board unit (OBU). OBU yang diberi nama Q Free ini adalah alat berupa chip yang dipasang di spion mobil. “Alat ini berfungsi seperti sidik jari pada mobil,” kata Jaya Usama, Direktur RIN.

Sebagai tahap awal 500 ribu Q Free diberi secara gratis untuk kendaraan umum, mobil polisi dan mobil milik pemerintah.  Nantinya alat ini dipasang di dalam mobil baru dengan bekerjasama bersama ATPM.

OBU ini berisi data registrasi dan administrasi kendaraan tersebut. Sehingga, petugas tidak perlu bersusah payah untuk menghentikan kendaraan yang melakukan pelanggaran. Q Free memancarkan infrared. Sehingga, kendaraan yang dipasangi Q Free akan terdeteksi saat melintas di titik yang sudah dipasangi kamera pengintai.

Kamera pengintai ini terintegrasi dengan komputer. Sehingga data pelanggaran akan tercatat secara otomatis dan tersambung ke TMC Polda Metro Jaya. “Kalau ada pelanggaran lalin mulai dari tanggal berapa, jam berapa dan apa pelanggarannya, akan tercatat,” jelas Usama.

Hasil cetak dari kamera pengintai itu nanti akan dikirim ke alamat pemilik kendaraan. Pemilik kendaraan nantinya membayar denda tilang di pengadilan.

“Q Free ini akan disosialisasikan lebih dulu kepada masyarakat. ELE akan mulai diterapkan pada  Januari 2012,” jelas Kapolda Metro Jaya


Minggu, 02 Januari 2011

Perpaduan Honda CBR600, KTM, dan Ducati (Mission R)

Superbike listrik yang akan digunakan pada TTXGP (eGranPrix)2011

Sosok Mission R dinilai seksi dan estetis

Teknologi dan desain sepeda motor supersport listrik semakin canggih. Hal itu terutama pada superbike yang digunakan untuk berpacu di ajang TTXGP atau eGrandPrix. Memasuki tahun ketiga TTXGP pada 2011, salah satu pesertanya adalah Mission Motors dari San Francisco, Amerika Serikat. Mereka memperkenalkan sepeda motor listrik andalannya, yaitu Mission R, beberapa hari yang lalu.

Kombinasi top Sepeda motor dengan sosok seksi dan estetis ini merupakan karya dua perancang kenamaan Mission Motors, yaitu James Parker dan Tim Prentice dari Motonium Design. James Parker ditugaskan khusus untuk merancang sasis, sedangkan bodi, fairing, dan bagian lainnya diserahkan kepada Tim Prentice, seorang perancang produk industri yang sudah banyak memodifikasi moge.

Ukuran baterai dan motor listrik yang kompak membuat ujud Mission R sama dengan superbike 600 cc

Komponen utama Mission R (kanan): baterai dengan sistem kontrol dan motor listrik. Kiri, panel instrumen

Dijelaskan pula, sosok eksotis Mission R diperoleh karena perancangnya mampu menyatukan potongan sosok Honda CBR600R (pada fairing dan bodi), KTM RC8 (jok belakang), dan Ducati 900 (rangka).

Tak hanya itu, teknologi atau produk yang dicangkokkan untuk menopang performa sepeda motor ini juga hebat. Komponen suspensi depan dan belakang menggunakan peredam kejut (shock absorber) yang sama dengan di sepeda motor untuk MotoGP, yaitu Öhlin. Hal yang sama terlihat pada rem (Brembo) dan velg (Marchesini).

Baterai kompak Kendati tidak merinci ukuran baterai dan motor listrik yang digunakan, termasuk komponen pendukung lainnnya, sumber tenaga sepeda motor ini dinilai sangat kompak oleh Mission Motors dan diklaim lebih kecil dibandingkan mesin supersport 600 cc.

Jantung Mission R adalah motor listrik induksi tiga fase yang menghasilkan tenaga 141 PS dan torsi 156 Nm @0-6.400 rpm. Motor listrik arus bolak-balik ini (AC) didinginkan oleh cairan. Adapun baterai lithium-ion yang dipasangkan di sini punya kemampuan menyimpan energi listrik 14,4 kWh. Untuk sekali isi, baterai bisa menjalankan penggerak sepeda motor hingga menempuh jarak 250 km dan mencapai kecepatan top 250 km/jam. Sementara itu, tenaga motor listrik dipindahkan ke roda transmisi satu kecepatan.

Baterai yang terdiri dari beberapa modul dilengkapi dengan sistem kontrol terpadu.  Sistem manajemen baterai akan mengatur arus pengisian dan energi yang dilepaskan untuk memutar motor listrik. Sumber energi ini dikemas dalam kotak yang dibuat dari serat karbon berlapiskan bahan dielektrik.

Yang cukup menarik, Mission R menonjolkan rangkanya yang ditiru dari Ducati dengan cat warna kuning. Rangka ini dibuat dari campuran bilet aluminium dan pipa krom. Selanjutnya, data atau kondisi komponen utama, yaitu suhu baterai, tegangan listrik, tenaga saat melaju, kecepatan, koordinat GPS, dan lainnya dimonitor melalui koneksi WiFi dan 3G.


Sumber :  http://otomotif.kompas.com


Nissan GT-R RC Tampil di Tokyo Auto Salon

JEPANG, Selain Tokyo Motor Show, di Jepang ada pameran bergengsi lainnya, yakni Tokyo Auto Salon (TAS) yang khusus menampilkan mobil- mobil modifikasi berlangsung dari 14 sampai 16 Januari 2011. Bobot TAS bisa disejajarkan dengan SEMA di Amerika.




Untuk penyelenggaraan TAS kali ini, rumah modifikasi Axell Auto ikut berpartisipasi dengan karya yang diperlihatkan melalui supercar Nissan GTR. Axell menjadi berita karena selama ini dikenal sebagai pemodifikasi khusus van-van Toyota dan orang tentu ingin tahu seperti apa garapannya.

Tayangan gambar yang diperlihatkan itu berupa sketsa. AA mencontoh dari mobil balap Nissan yang digarap NISMO, yakni GT-R RC (Racing Competition). Di sini AA memainkan body kit lebar yang ekstrem, sepatbor lebih luas selaras dengan panel fender belakang.

Bemper belakang dibikin baru dengan banyak ventilasi dan mobil tersebut masih dikebut pengerjaannya. Kebetulan, khusus situs modifikasi berhasil menjpret pengerjaannya.

Sumber : Axell Auto, Motorathority


Power Steering Listrik dengan Sambungan Termosplatik


Komponen setir dan tenaga untuk menggerak setir (power steering) listrik Nexteer

Nexteer Automotive, produsen setir, power steering dan as roda dari Amerika Serikat mengumumkan, berhasil mengembangkan power steering listrik (EPS) yang tidak berisik, efisiens dan mampu menghasilkan “feedback” atau reaksi yang lebih baik dari pengemudinya. 
 
Dijelaskan, EPS terbaru tersebut menggunakan sistem sambungan-berpasangan (coupling) yang dibuat dari plastik lentur untuk menggantikan baja. Dengan ini pula, selain bisa mengurangi suara, bobotnya juga lebih ringan. Karena itu pula, Nexteer mengatakan, EPS terbaru ini cocok untuk mobil hibrida atau listrik 
 
“Mobil listrik tidak menimbulkansuara. Nah, kalau menggunakan power steering tipe lain, dipastikan di kabin, bisa terdengar suara aneh,” jelas Kevin Ross, salah seorang penemu sekaligus manajer pada Global Enginering Nexter Automotive. Bahkan ia berani sesumbar, EPS terbaru-nya ini paling halus di antara yang ada di dunia saat ini.    
 
Peugeot X1
Nexteer boleh saja sesumbar. Pasalnya, produk terbarunya tersebut dipastikan akan digunakan oleh Peugeot pada X1, mobil sport listrik yang dipamerkan di Paris Motor Show awal Oktober lalu. Produsen lain yang juga sudah memastikan menggunakan produk baru Nexteer ini adalah Citroën untuk DS3 dan Fiat 500 Abarth.  
 
Sistem kontrol elektronik ini dipasang langsung bersama  motor listriknya. Dengan menggunakan termoplastik, suara dan getaran dari roda dan ban yang diteruskan melalui batang setir bisa dikurangi. Dijelaskan, selama ini, problem EPS bila mobil menggunakan ban besar atau profil tipis dan alurnya sedikit (hampir botak), getaran dan suara berisik yang ditimbulkan langsung dirasakan dan didengar oleh pengemudi. 
 
EPS terbaru ini menggunakan kopling atau sambungan berpasangan dari termoplastik lentur. Diklaim 17 persen lebih ringan setir yang  menggunakan pasangan sambungan dari  baja. Harganya pun 50 persen lebih murah. Karena gesekan setir rendah, pengemudi bisa merasakan kontak langsung dengan ban atau bisa mengontrol kemudi lebih baik.   
 
“Termosplastik dibuat dari polyamide yang mampu bekerja pada suhu tinggi. Bahan ini juga diperkuat dengan serat gelas, “ kata Paul Poirel, Nexteer Automotiove’s Chief Product Engineer, Europe. Setelah digunakan oleh Fiat, Citroën dan Peugeot, Nexteer akan menargetkan penggunaan produknya pada mobil premium. 
 
Komponen lain dari EPS ini adalah sensor non-kontak, motor listrik tanpa borstel (brushless) dan sistem kontrol elektronik. Pada Citroën DS3 and C3. EPS ini menggunakan satu gigi pinion  saja untuk mengerakkan rek setir. 


i-VTEC Technology


Untuk mengenal system i-VTEC, harus memahami cara kerja VTEC. Dan cara kerja VTEC ini Sudah di bahas di topik terdahulu. Teknologi yang dilahirkan Honda Untuk memperoleh mesin yang mampu bekerja pada putaran bawah dan pada putaran atas. 

Honda menyempurnakan VTEC dengan menggabungkan VTC (variable timing control) atas penggabungan teknologi tersebut jadilah i-VTEC (intelligent-variable valve timing & lift electronic control). Teknologi i-VTEC digunakan untuk meningkatkan daya pada kecepatan rendah, menengah dan tinggi sekaligus meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi emisi gas buang.
 

i-VTEC hanya bekerja pada katup masuk. Cara kerjanya: Pasokan bensin ke ruang bakar dilakukan lewat katup masuk yang dikontrol camshaft. Ketika camshaft berputar pada porosnya, tonjolan ini ikut berputar dan memukul rocker arm yang mendorong batang katup, sehingga katup terbuka. Ketika tonjolan sudah lewat, katup tertutup lagi. Ada dua tonjolan cam pada tiap silinder. Tonjolan pertama disebut cam primer dan yang lebih kecil disebut cam sekunder. Pada putaran rendah atau idle, kedua katup bergerak sendiri-sendiri. Karena cam sekunder lebih kecil maka bukaan katupnya juga kecil. Maka pasokan bahan bakarnya pun sedikit, sesuai kebutuhan saat itu.

Untuk i-VTEC, saat mobil melaju pada kecepatan lebih cepat, tinggi angkat katup juga semakin besar. Waktu buka lebih cepat dan menutup lebih lambat. Sebaliknya, bila mobil berjalan lambat, tinggi angkat katup mengecil. Waktu membukanya lebih lambat dan waktu menutup lebih cepat.

Keunikan teknologi ini terlihat pada putaran mesin 2200-2500 rpm. Sebuah piston pada rocker arm primer mengunci rocker arm sekunder. Gerakan piston ini didorong oleh tekanan oli. Hasilnya, kedua katup bergerak bersama yang dikontrol cam primer. Sementara VTC juga bekerja pada cam masuk. Tugasnya adalah menggeser fasa cam maju atau mundur maksimal 50 derajat. Akibatnya, bukaan katup masuk, overlap dengan katup buang. Hasilnya, sebagian gas buang yang seharusnya terdorong keluar seluruhnya, terhisap masuk kembali dan dibakar (bypass). Inilah yang membuat mesin lebih efisien dan ramah lingkungan.

Sementara, cara kerja VTC adalah Pergeseran cam oleh VTC dilakukan VTC Actuator yang bekerja sesuai dengan aliran oli yang dikontrol VTC OCV (oil control valve). Oli ini bergerak dari pompa oli. Jika mesin sudah dijalankan, tekanan oli yang dihasilkan pompa oli akan meningkat hingga mencapai level tertentu yang membuat pin lock membuka dan actuator bekerja. Pergeseran maju mundur dikontrol VTC OCV. Sementara, otak dari kerja VTC adalah ECU (electronic control unit). Unit ini mengkalkulasi data dari sensor-sensor untuk menentukan apakah OCV harus mengeluarkan perintah mundur atau maju pada actuator. Bila terjadi trouble, misalnya oli tidak bekerja sempurna, CVT tidak akan bekerja, tapi VTEC tetap berfungsi.
 


Kamis, 30 Desember 2010

SISTEM KERJA INJEKTOR

1.Diesel common rail dengan komponen pendukungnya. Kerja mesin diatur oleh komputer

Cara kerja injektor mesin diesel common rail tidak sama dengan mesin diesel konvensional. Di sini, injektor bekerja menggunakan teknologi solenoid atau elektrik. Pada mesin lama, injektor bekerja dengan hidro-mekanik.  Malah versi terakhir, generasi ke-3, injektor bekerja secara piezo-elektrik.

Injektor mesin diesel modern sama dengan injektor mesin bensin yang menggunakan sistem injeksi. Dalam hal ini, injektor diaktifkan oleh arus listrik yang diatur oleh komputer.

Jumlah solar yang akan disemprotkan diatur berdasarkan lamanya nosel membuka. Komputer mengatur kerja injektor ini berdasarkan informasi yang diterima dari sensor-sensor lain, misalnya putaran mesin, tekanan regulator, tekanan bahan bakar,   suhu solar, posisi pedal gas,  putaran mesin, silinder, tekanan turbo, aliran udara, air pendingin, kecepatan kendaraan dan seterusnya.

Rangkaian komponen tersebut  jelas tidak diperlukan atau tidak ada pada  mesin diesel konvensional. Komputer juga menentukan waktu injeksi (injection timing) berdasarkan  sinyal yang diterimanya dari sensor di kruk as atau roda gila.

Dengan demikian, mesin diesel common rail, mampu memenuhi harapan banyak orang.  Untuk mengurangi getaran misalnya,  cukup dilakukan  dengan  menyemprotkan bahan bakar secara bertahap untuk mencegah  timbulnya ledakan besar bila dilakukan sekaligus.  Cara ini mirip seperti orang melakukan pembelian secara kredit.   Kalau pembayaran dilakukan sekaligus, ‘kantung langsung meledak’.

Di lain hal, karena tekanan pada sistem pasokan bahan bakar sangat tinggi, molekul semprotan lebih kecil dan merata. Hasilnya, pembakaran berlangsung  mulus dan lancar. Tekanan tinggi dari common rail terus ditingkatkan untuk mesin-mesin diesel masa mendatang.

Kini,  para pakar  mesin  diesel  sudah ancang-ancang menaikkan tekanan  sampai 2000 bar. Dengan tekanan setinggi itu ditambah lagi dengan kemampuan komputer mengatur waktu  injeksi yang lebih fleksibel, para ahli sudah menyimpulkan, mesin diesel nantinya tak lagi memerlukan glow plug atau busi pijar   untuk menghidupkan mesin di pagi hari.    Caranya, cukup dengan menunda waktu penyemprotan bahan bakar.

Daya tarik lain dari mesin diesel adalah turbocharger. Perbandingan kompresi yang tinggi, membuat turbo lebih “sreg”  hidup bersama dengan  mesin diesel ketimbangan  bensin.  Karena itu jangan heran, kemampuan mesin diesel menghasilkan tenaga akan menyamai mesin bensin. Sedangkan efisiensi atau keiritan, tak bisa ditandingi oleh mesin bensin.

Generasi Common Rail:
Ke-1: Injektor  yang bekerja denga solenoid dengan tekanan injeksi sampai 1350 bar
Ke-2: Injektor solenoid dengan tekanan injeksi ampai 1600 bar
Ke-3: Piezo injektor dengan tekanan 1800 bar.


Perawatan Motor Injeksi, Menang Waktu Singkat!


Dibanding tipe karburator, motor injeksi sebagai alat penyuplai gas bakar terbukti jauh lebih mudah dalam hal perawatan. Bahkan waktu pengerjaannya pun terbilang singkat. Sehingga buat pemilik motor tipe ini yang aktivitasnya tinggi, sangat diperbolehkan menggunkannya.

Apalagi dalam rangkaian tulisan di sebelah, ongkos perawatan motor injeksi masih setara dengan yang tipe karburator. Di mana proses perawatan tunggangan tipe ini, mekanik diwajibkan untuk memeriksa kebersihan bagian dalamnya serta lubang-lubang alirannya.

Seperti dikatakan Zahid, service advisor DDS Cempaka Putih yang berlokasi di Jl. Raya Cempaka Putih, Jakarta Timur. Untuk tunggangan yang baru aja jalan 500 km, 2.000 km sampai 4.000 km, biasanya motor injeksi hanya lakukan pemeriksaan komponen seperti busi, kerengangan klep, putaran stationer dan bersihkan filter udara setelah 2.000 km hingga selanjutnya.

Sedangkan yang musti diganti setiap servis setelah motor menempuh jarak 1.500~2.000 km adalah pelumasnya saja. Adapun pemeriksaan di luar bagian mesin tiap servis, di antaranya rantai penggerak roda, rem, arah sinar lampu utama, sein dan lampu rem. Ditambah lagi cek kekencangan buat roda maupun bantalan kemudi.

“Tahap pekerjaan itu memang biasa dilakukan mekanik pada umumnya. Cuma bedanya motor injeksi, enggak perlu bongkar-pasang karburator. Belum lagi kalau peranti ini posisinya sangat sulit. Butuh waktu pengerjaan yang lebih lama dari biasanya," lanjut Zahid.

Begitupun jika perjalanan motor injeksi lepas dari angka 4.000 km. Perawatan tetap masih lebih ringan dibanding komponen pengkabut gas bakar konvensional. Meskipun dalam prosesnya dibutuhkan ketelitian pada saat pengecekan per bagian. Sebab, terkadang proses pemeriksaan dibutuhkan keahlihan khusus lantaran butuh alat pendukung bila memang ingin direset atau cek kondisi komponen elektroniknya.

Contoh saat pemeriksaan komponen pada aliran bensin, injektor hingga peranti pendukung injeksi. Dimulai dari pengecekan pompa bensin dengan cara mendengarkan suaradesingannya. Kalau enggak normal, bisa jadi filter pompa bensin kotor.

“Tapi, kalau putaran mesin mulai enggak normal, biasanya injektor minta dibersihkan cairan khusus. Nah, pada saat mengecek soket kabel kelistrikan injeksi dan peranti lainnya biasanya butuh alat pendukung khusus pemeriksaan,” timpal Tono P. kepala mekanik AHHAS Honda Dunia Motor di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Cuma khusus pemeriksaan injektor dan cek alat elektroniknya, lebih baik dilakukan di bengkel resmi yang menyediakan pelayanan itu. Biar tidak salah analisis maksudnya.
(motorplus.otomotifnet.com)


Selasa, 28 Desember 2010

Mobil Matik Pertama di Dunia

Horseless Carriage, mobil matik pertama. (Detroit News)
 Walau baru merebak belakangan ini, mobil matik sebenarnya sudah diciptakan lebih dari 100 tahun lalu. Adalah Sturtevant bersaudara yang membuat proyek ini pada 1904.

Sturtevant membangun Horseless Carriage, dengan transmisi otomatis dua percepatan yang mampu berpindah sendiri. Ini kemudian menjadi nenek moyangnya mobil matik di dunia.

Cara kerjanya sederhana. Ketika putaran mesin meningkat, gaya sentrifugal dari flywheel  akan mendorong mekanisme transmisi masuk ke gigi lebih tinggi. Kemudian ketika putaran mesin merendah, mekanisme pegas akan mengembalikan gigi ke posisi rendah. Pada zaman itu, penemuan transmisi otomatis ini sangat spektakuler namun kurang dihargai.

Namun siapa sangka, dari penemuan sederhana ini transmisi otomatis mengalami kemajuan sangat pesat. Melalui komputer canggih, transmisi otomatis sudah mampu mengalahkan kemampuan manusia dalam akurasi perpindahan gigi.

Beberapa tahun kemudian, salah satunya Ford yang mengembangkan penemuan ini dengan memproduksi Ford Model T. Mobil yang sangat populer saat itu memakai 2-Speed.


Kelemahan transmisi matik kala itu mobil tak bisa berhenti saat gigi dalam posisi maju. Harus netral. Saat start, mobil juga langsung melompat.

Baru pada 1930 Chrysler mengembangkan sistem kopling fluida untuk menjawab masalah ini. Sistem fluida di transmisi membuat mobil bergerak lebih halus, terutama saat setelah berhenti.

Teknologi ini terus berkembang. Pada 1940, Cadillac dan Oldsmobile mengembangkan teknologi Dinamai Hydra-Matic. Ini merupakan pertama kalinya transmisi matik menggunakan fluida yang gigi-gigi digerakkan secara hidroik.

Dengan mengusung empat tingkat percepatan, pabrikan mobil Amerika Serikat, GM, menjual teknologi ini ke Eropa, seperti Bentley dan Rolls-Royce. (Detroit News, Autoevolution, dan berbagai sumber)


Senin, 27 Desember 2010

Rem Cakram Vs Rem Tromol

Rem merupakan piranti keselamatan kendaraan yang sangat penting keberadaannya. Kinerja sistem pengereman menjadi sangat penting dalam membantu mengendalikan laju kendaraan khususnya untuk menghentikan laju pada saat diperlukan.

Berbagai teknologi canggih telah ditemukan untuk sistem pengereman mobil. Tetapi pada dasarnya adalah tetap menggunakan sistem pompa hidrolik untuk menjalankan sistem rem mobil. Secara umum ada dua tipe / jenis rem saat ini yang masih dijadikan patokan standar pembuatan rem kendaraan yaitu rem cakram dan rem tromol.

Rem Cakram

Mobil modern kebanyakan telah menerapkan piranti yang satu ini. Biasanya piranti ini dapat ditemukan pada roda kendaraan baru sehingga dalam setiap penggunaannya menjadi maksimal dan terarah.

Rem cakram menjadi salah satu sistem pengereman modern terbaik pada mobil dan sangat ideal untuk diterapkan pada tiap mobil, terutama yang telah memakai mesin berkapasitas CC besar. Sistem kerja rem cakram adalah dengan menjepit cakram yang biasanya dipasangkan pada roda kendaraan, melalui caliper yang digerakkan oleh piston untuk mendorong sepatu rem (brake pads) ke cakram.

Berbagai kelebihan Rem Cakram
Rem cakram dapat digunakan dari berbagai suhu, sehingga hampir semua kendaraan menerapkan sistem rem cakram sebagai andalannya. Selain itu rem cakram tahan terhadap genangan air sehingga pada kendaraan yang telah menggunakan rem cakram dapat menerjang banjir.

Kemudian rem cakram memiliki sistem rem yang berpendingin di luar (terbuka) sehingga pendinginan dapat dilakukan pada saat mobil melaju, ada beberapa cakram yang juga dilengkapi oleh ventilasi (ventilated disk) atau cakram yang memiliki lubang sehingga pendinginan rem lebih maksimal digunakan.

Kegunaan rem cakram banyak dipergunakan pada roda depan kendaraan karena gaya dorong untuk berhenti pada bagian depan kendaraan lebih besar dibandingkan di belakang sehingga membutuhkan pengereman yang lebih pada bagian depan. Namun saat ini telah banyak mobil yang telah menggunakan rem cakram pada keempat rodanya, terutama jenis mobil sedan.

Kekurangan Rem Cakram
Rem cakram yang sifatnya terbuka memudahkan debu dan lumpur menempel, lama kelamaan lumpur / kotoran tersebut dapat menghambat kinerja pengereman sampai merusak komponen pada bagian caliper seperti piston bila dibiarkan lama. Oleh sebab itu perlu dilakukan pembersihan sesering mungkin. Tapi gak sulit kok, lagipula bila anda biasa beredar di wilayah perkotaan, kendala seperti ini tidak perlu dikhawatirkan.

Rem Tromol

Rem teromol digunakan pada kendaraan tipe terdahulu, tetapi biasanya juga digunakan untuk rem bagian belakang kendaraan. Rem tromol terdiri dari komponen rumah rem / drum dan kampas rem, cara kerja rem tromol adalah rem bekerja atas dasar gesekan antara sepatu rem dengan drum yang ikut berputar dengan putaran roda kendaraan. Agar gesekan dapat memperlambat kendaraan dengan baik, sepatu rem dibuat dari bahan yang mempunyai koefisien gesek yang tinggi.

Kelebihan rem tromol
Rem tromol digunakan untuk kendaraan yang memerlukan kerja ekstra dalam pengereman contoh : kendaraan operasional seperti bis, truk, minibus, dsb.  Rem. Jadi rem tromol dapat digunakan pada beban angkut yang berat (heavy duty) dengan bekerja secara maksimal.

Kekurangan rem tromol
Rem tromol yang masih menerapkan sistem tertutup dalam prosesnya. Dengan sistem ini membuat partikel kotoran pada ruang tromol tersebut. Jadi untuk perawatan membersihkannya harus membuka roda agar rumah rem dapat dibersihkan dari debu / kotoran.

Pada saat banjir air akan mengumpul pada ruang tromol sehingga air akan menyulitkan sistem rem untuk bekerja, jadi setelah rem tromol menerjang banjir, maka harus mengeringkannya dengan menginjak setengah rem saat melaju sehingga bagian dalam rem tromol kering karena panas akibat gesekan, setelah itu rem dapat digunakan kembali.

Pantas rem cakram lebih disukai oleh pabrikan mobil dan pemilik mobil sehari-hari.  Perawatan lebih mudah, penggunaan lebih praktis dan fungsi pengereman juga lebih baik dibanding rem tromol (lebih pakem).


Meningkatkan Efisiensi Bahan Bakar

Menekan tingkat konsumsi bahan bakar merupakan langkah yang tepat tidak hanya untuk menghadapi krisis energi yang saat ini sedang melanda dunia, namun juga mampu memangkas pengeluaran kantong Anda secara signifikan.  Caranya bermacam-macam. Namun yang paling kentara adalah dengan menjaga kondisi kendaraan Anda. Berikut beberapa langkah yang dapat Anda terapkan untuk mereduksi konsumsi bahan bakar.

Jaga Kondisi Mesin
Segera masukan mobil Anda ke bengkel sesuai dengan masa perawatan yang telah ditentukan. Lakukan tune up dan periksa komponen-komponen mesin. Dengan memperbaiki dan mengganti komponen yang rusak serta membuat mesin lolos uji emisi dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar hingga 4%. Dengan membenahi masalah yang serius seperti mengganti sensor oksigen dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar hingga 40%.

Jaga Tekanan Ban
Anda dapat mendongkrak efisiensi bahan bakar hingga 3.3% dengan menjaga tekanan ban mobil Anda dalam kondisi yang sesuai dengan yang disarankan oleh masing-masing manufaktur. Efisiensi bahan bakar akan berkurang sebanyak 0.3% untuk setiap 1psi tekanan yang berkurang pada ke empat buah ban. Memompa ban dalam tekanan yang pas juga akan menjaga daya tahan ban tersebut.

Gunakan Oli Mesin Yang Sesuai
Dengan menggunakan jenis dan tipe oli sesuai dengan yang disarankan oleh tiap pabrikan berarti Anda juga telah meningkatkan efisiensi bahan bakar antara 1 hingga 2%. Semisal, dengan mengadopsi oli 10W-30 pada mesin yang didesain untuk oli 5W-20 dapat memperboros konsumsi bahan bakar antara 1 – 1.5%. Jangan lupa untuk memakai oli mesin yang bertuliskan “Energi Conserving” pada simbol API Performance untuk memastikan oli tersebut mengandung aditif pengurang friksi.

Ganti Penyaring Udara
Sebuah penelitian membuktikan bahwa mengganti clogged air filter pada mesin bersistem injeksi yang dikontrol lewat komputer tidak mampu meningkatkan efisiensi bahan bakar namun dapat mengembangkan akselerasi dari mobil tersebut. Namun jika memasang penyaring udara tersebut pada mobil yang berusia lebih tua dan menggunakan karburator dapat mendongkrak efisiensi bahan bakar antara 6 hingga 11%.


Pengertian NOS Nitrous Oxide System


NOS ( Nitrous Oxide System ) merupakan suatu senyawa gas yang tersiri atas dua bagian Nitrogen dan satu bagian Oksigen. Kandungan Oksigen yang dimiliki NOS adalah 36% dari total berat NOS itu sendiri.

Didalam ruang bakar, Nitrous Oxide memisahkan diri menjadi Nitrogen dan Oksigen. Jika bercampur dengan bahan bakar, Oksigen akan membantu pembakaran. Pada tekanan tinggi, sekitar 800psi, Nitrous Oxide berbentuk cairan. Botol dan tabung yang menampungnya tentu harus cukup kuat. Jika katup tabung tidak bekerja dengan baik, cairan akan merembes keluar dan langsung berubah menjadi gas lagi.Nitros Oxide sangat peka terhadap perubahan panas. Pada saat bertekanan menjadi sangat membahayakan. Jika terkena anggota tubuh, maka anggota tubuh akan beku dan putus. Hal ini lazim disebut frost bite, yaitu hal yang sering dialami para pendaki gunung pada ketinggian 5000 km diatas permukaan laut.

Jika semburan gas mengarah sumber api, akan tercipta kombinasi pendinginan dan tekanan gas oksigen yang ideal untuk pembakaran, sehingga terjadi letupan. Efek pendinginan ini diperoleh dari penyerapan panas untuk menguapkan cairan Nitrous Oxide. Tetapi kondisi ini tidak mudah terjadi. Gas ini bukan bahan bakar dan tidak akan terbakar dengan sendirinya. Untuk membakarnya diperlukan sumber api. Hal inilah yang menyebabkan legal digunakan untuk kendaraan bermotor. Pada mesin, aliran gas ini biasa dikontrol oleh katup solenoid. Pasokan bahan bakar juga harus diperbanyak, gar tidak terjadi pembakaran miskin dan terjadi overheating. Dampaknya adalah piston menjadi meleleh.

Selain memasok oksigen tambahan ada keuntungan lain bila menggunakan alat yang telah lama dikenal oleh kalangan otomotif ini. Dalam keadaan cair dan gas, volume NOS ini sangat minim. Sehingga tidak mengganggu aliran udara dan BBM yang masuk melalui intake manifold. Tetapi di dalam ruang bakar, NOS akan mengembang. Kompresi dan energi akan tercipta jauh lebih tinggi. Hasil akhir, jumlah bahan bakar yang dibakar akan bisa lebih banyak dan tenaga mesinpun bertambah. Keuntungan lain, gejala detonasi dan overheating dapat dikurangi. Ini berkat campuran bahan bakar, udara, dan NOS. yang masuk ke dalam ruang bakar jauh lebih dingin. Sifat inilah yang tidak dapat kita peroleh bila menggunakan sistem pemampat udara turbo.

Apapun jenis sistem suplai BBM pada mesin mobil, entah itu mobil yang masih karburator ataupun yang telah menggunakan injector, kedua-duanya tetap dapat mengaplikasikan NOS, hanya saja proses instalasinya berbeda. Ada 2 jenis instalasi untuk NOS, yaitu sistem Basah (Wet) dan Kering (Dry). Masing-masing instalasi tersebut memiliki peralatan / kit yang berbeda.

1. Sistem Wet NOS : Proses penyemburan antara BBM dengan gas Nitrous Oxide bercampur dan ditembakkan secara bersamaan ke ruang bakar mesin lewat injector khusus. Dalam sistem wet pada mesin karburator, campuran antara BBM dan gas NOS harus disetting melalui ukuran spuyer / jet, agar perbandingannya pas, karena bila terlalu banyak gas NOS ke sistem pembakaran dibandingkan BBM maka mesin bisa jebol, sedangkan jika terlalu banyak BBM dibandingkan gas NOS, maka tenaga yang dihasilkan tidak akan maksimal (efektifitasnya berkurang). Untuk penggunaan NOS di mesin karburator maka dibutuhkan lagi alat tambahan bernama Spray Bar.

Proses aplikasi sistem ini juga terbagi menjadi 2, yaitu :
* Sistem Single Point : Sistem ini menggunakan satu saluran untuk mencampur NOS dengan BBM.
* Sistem Direct Port : Sistem ini menggunakan saluran terpisah pada tiap silinder untuk menembakkan NOS dan BBM secara bersamaan

2. Sistem Dry NOS : Proses penembakkan gas NOS dan BBM dilakukan secara terpisah, Nozzle NOS disambungkan langsung menuju ruang pembakaran secara terpisah, sedangkan bensin tetap melalui jalur sendiri pada injector ataupun karburator.


Jumat, 24 Desember 2010

Pertamina Luncurkan Enduro Gear di JMCS

Enduro Gear
Dengan Rp10 ribu, konsumen bisa mendapatkan Enduro Gear kemasan 120 ml.
Penjualan motor matik yang terus meningkat di Indonesia dimanfaatkan oleh Pertamina untuk meluncurkan produk anyar, Enduro Gear Matic. Produk yang diklaim sebagai pelumas gearboks unggulan untuk motor skutik di Indonesia.

Meningkatnya pangsa pasar motor matik tahun lalu yang mencapai 37,7% dimanfaatkan pertamina untuk meluncurkan produk pelumas Enduro Gear yang dikhususkan untuk motor matik. Meningkatnya pangsa pasar motor matik ini diikuti dengan meningkatnya permintaan produk pendukung. Setelah mengeluarkan Enduro Matic yang merupakan oli khusus untuk motor matik, Pertamina mengeluarkan Enduro Gear.

Pelumas untuk gear terbilang penting pasalnya skala pergantian oli gear adalah 1:3 yaitu 3 kali melakukan pergantian oli motor maka harus dilakukan penggantian oli gear. Hal itu yang mendasari Pertamina mengeluarkan
produk Enduro Gear.

Enduro Gear diklaim Pertamina sebagai produk unggulan di kelasnya karena telah diuji pada motor-motor matik pada program Fastron Enduro Touring for Nation 2010. Di ajang yang melewati kota-kota di Sumatera, Jawa dan Bali sejauh 5,300 km ini, performa motor matik terbukti optimal.

Penggunaan Enduro Gear diklaim bisa mempertinggi masa pakai motor matik. Hal ini dikarenakan bisa melindungi gear dari kondisi ekstrem, lalu lintas macet, hingga penggunaan motor dengan kecepatan tinggi.

Dengan harga Rp10 ribu, para konsumen bisa mendapatkan Enduro Gear dengan kemasan 120 ml. Desain yang ergonomis membuat Enduro Gear bisa dengan mudah dituangkan.

Enduro Gear juga bisa didapatkan di Jakarta Motorcycle Show 2010 yang berlangsung di Jakarta Convention Center hingga besok, Minggu 7 November 2010.


Kamis, 16 Desember 2010

10 Mobil Ferrari Terbaik

Ferrari sudah memproduksi mobil sejak 1929. Hingga kini mobil pabrikan asal Italia itu sudah sangat sukses. Bahkan citranya sebagai supercar banyak diacungi jempol tidak hanya di kampung halaman melainkan di belahan dunia.
Sejarah gemilang Ferarri ketika produsen itu memutuskan untuk bergabung ke balap jet darat atau Formula 1. Itu menegaskan betapa hebatnya mobil tersebut dalam hal teknologi dan kecepatan.
Nah, dari banyaknya mobil Ferarri saat ini hanya ada 10 Ferrari yang dinobatkan sebagai supercar terbaik dalam sejarah Ferrari. Tentu saja 10 Ferrari itu patut dikenang masyarakat banyak khususnya pecinta Ferrari.
Pengukuhan itu tentu dilihat dari disain serta teknologi, ketangguhan serta kemampuan melindas aspal hitam. Apa saja 10 Ferrari terbaik di dunia? Ini dia 10 Ferrari terbaik seperti dikutip situs resmi Ferrari, Senin (6/12/2010).
 
1. Ferrari 250 GTO
Dibangun untuk balap GT racing. Bodinya mengadopsi konsep old school, dan dangan retro. Mesin 3.000 cc V12 sangat sangatr di era 60-an.
2. Ferrari 365 GTB
Ferrari satu ini sangat populer di 70-an. Mesin berkapasitas 4.390 cc V12 yang bisa memproduksi tenaga 352 bhp (262 kW). Sayang mesinnya lemah dikecepatan bawah, namun kecepatan atas sangat sangar. Disainnya sangat futuristik.
 
3. Ferrari F50
Dibuat pada 1995-1997 hasil pengembangan antara F40 dan Enzo, menghasilkan kinerja mesin terbaik di kubu Ferrari. Mesin berkapasitas 4.700 cc bisa mengeluarkan tenaga 513 Hp pada 8.000 rpm. Mobil ini berlari hingga kecepatan maksimal 200 mph. Casisnya mengadopsi casis Formula 1.
 
4. Ferrari Enzo
Siapa yang tidak kenal Ferrari Enzo. Mobil yang dirilis pada 2002 itu melesat menjadi mobil cepat terkuat yang pernah. Fiturnya mengadopsi mobi Formula 1. dibalik kap terdapat mesin berkapasitas 6.000 cc V12 yang dikawinkan dengan 6 semi otomatis.
 
5. Ferrari F40
Mobil ini diproduksi sejak 1987-1992. Ferrari menuabutnya sebagai mobil tercepat dan mobil paling bertenaga saat itu. Bayangkan mobil ini menjadi mobil legal tercapat yang diperbolehkan menapak di jalanan.
 
6. Ferrari 246 Dino
Dibangun pada 1968, mobil itu menjadi mobil yang sangat atraktif di era-nya. Ini menjadi nilai tambah bagi Ferrari dengan memproduksi mobil tersebut. Bentuknya memang sangat tidak menyakinkan. Namun dibalik kapnya terdapat mesin yang diklaim cukup kuat ketika diajak kebut-kebutan. Ada 2 pilihan mesin yakni 2.400 cc 6 silinder dan 3.000 cc dengan 8 silinder.
 
7. Ferrari 275 GTB/4
Pertama kali diperkenalkan pada Paris Motor Show di 1966 dan langsung diproduksi hingga 1968 mobil tersebut menjadi mobil Ferrari yang diklaim sebagai supercar terlembut karena dengan tingkat getaran yang cukup rendah dijajaran mobil Ferrari lainnya. Di balik bonednya terdapat mesin berkapasitas 3.300 cc 4 -cam V12.
 
8. Ferrari 360 Challenge Stradale
Jajaran mobil Ferrari semakin lengkap dengan mobil satu ini. Diproduksi 1999-2005, Ferrari 360 menjadi mobil Ferrari dengan hangling terbaik. Namun sang insinyur Ferrari mengharapkan mobil itu tidak digunakan untuk kebut-kebutan di jalan. Sebab teknologi yang teraplikasi pada 3.600 cc V8 dapat membahayakan penggunanya.
 
9. Ferrari 166MM Inter
Bentuknya sangat futuristik. Namun mobil ini dikategorikan sebagai mobil sport. Terdapat mesin berkapasitas 2.000 cc berkonfigurasi V12 dibalik bonednya. Hanya ada 39 unit di dunia dengan rentan waktu produksi pada 1948–1953. Mobil ini juga menjadi mobil dengan disain terbaik.
 
10. Ferrari F355
Diproduksi pada 1994-1999, F355 menjadi penerus F369. Mesin yang diusung 3.500 cc V8 DOHC yang dikawinkan 6 percepatan berteknologi gearbox Formula 1 sehingga menjadikan mobil tersebut mobil terbaik saat itu. Ada 3 tipe yang disediakan yakni F355 Spider, F355 GTS dan F355 Challenge.


Selasa, 14 Desember 2010

Magnum Monosteel dengan Skirt Pinggang Ganda

Desain skirt piston Magnum Monosteel dari Federal Mogul

SOUTHFIELD, Regulasi emisi yang semakin ketat, membuat semua perusahaan otomotif di dunia,  harus mampu memproduksi komponen hemat energi. Tuntutan tidak hanya untuk produsen mobil, juga pemasok komponen. Untuk itulah,  Federal-Mogul, salah produsen piston di dunia terkenal dari Southfield, Michigan, Amerika Serikat, memperkenalkan produk terbarunya Magnum Monosteel. 
 
Piston ini  desainnya dinilai unik karena menggunakan skirt “pinggang  ganda” (double band). Satu hal lagi, piston dirancang khusus untuk mesin diesel yang digunakan buat kendaraan besar, seperti truk dan bus dan dikatakan sebagai Monosteel generasi terbaru. 
 
Lebih Ringan
Klaim dari perusahaan tersebut, desain baru menggurangi bobot piston sampai 7 persen dibandingkan dengan versi konvensional. Di samping itu, mengurangi gesekan sehingga  mesin menjadi lebih irit konsumsi bahan bakarnya sekali bisa menekan emisi gas buang serendah mungkin.
 
Kunci utama dari piston Magnum ini menurut adalah rancangan skirt piston “double- band” atau pinggang  ganda. Ini untuk pertama kali piston tipe ini digunakan pada mesin diesel moderen. 
 
Dengan desain baru ini, hambatan gesek berkurang karena  luas permukaan skirt pinggang piston berkurang sampai 40 persen. Klaim Federal-Mogul, hasil tes ekstensif terhadap mesin yang menggunakan piston ini, gesekannya turun sampai 17 persen dibandingkan dengan versi baja dengan desain konvensional. 
 
Pelumasan
Piston Magnum ini juga lebih baik untuk pelumasan hidrodinamik dibandingkan dengan desain skirt piston konvensional. Hasilnya, stabilitas kerja piston makin mantap, termasuk daya tahan ringnya.
 
Piston Monosteel asli dan Magnum Monosteel baru telah dipatenkan oleh Federal Mogul, terutama desain kontruksi skirt pinggang gandanya. Dijelaskan pula, desain ini memungkinkan piston memperoleh pendinginan lebih baik,  tahan terhadap suhu dan tekanan tinggi pada mesin diesel moderen.  
 
Seperti piston Monosteel asli yang telah mencapai produksi 3,5 juta biji, Magnum juga punya karakteristik, tahan terhadap pengaruh termal, mekanikal, abrasi dan korosi yang tinggi. Piston Magnum Monosteel ini  akan dites bersama dengan produsen mesin dan kendaraan komersial di Eropa dan Amerika Serikat. 
 
“Dengan piston Magnum ini, Federal-Mogul kembali  berhasil menunjukan mampu melakukan  inovasi terhadap arsitektur piston mesin untuk kendaraan berat. Sebelumnya, kami sudah membuktikan kehebatan Monosteel berdasarkan desainya  yang kami lakukan,” kata Rainer Jueckstock, Wakil Presiden Senior “Powertrain Energy” dari Federal-Mogul. 
 
“Seperti piston Monosteel, Magnum  juga membuat kerja mesin makin efisien sehingga  mampu mencapai standar emisi yang makin ketat,” tukasnya. 

Sumber : http://otomotif.kompas.com 


Kamis, 09 Desember 2010

Sistem Pendinginan Motor Diesel Penggerak Generator Listrik


1)      Prinsip Kerja Sistem Pendinginan Diesel Penggerak Generator.
Motor diesel penggerak generator yang banyak dipakai di lapangan, umumnya motor diesel selinder tunggal-horisontal berpendingin air. Sirkulasi air pendingin menggunakan sistem sirkulasi alam atau dengan sirkulasi air pendingin tidak menggunakan pompa sirkulator (water pump).

Sirkulasi jenis ini berlangsung karena adanya perbedaan berat jenis air pendingin akibat rambatan panas yang diterima dari blok selinder. Sirkulasi air pendingin tersebut dapat dipahami dengan memperhatikan ilustrasi air yang dipanaskan di atas tungku pemanas, berikut ini :
 
Air yang suhunya tinggi (panas) memiliki berat jenis yang lebih rendah dan cenderung bergerak ke atas (permukaan). Sebaliknya air yang suhunya lebih rendah (lebih dingin) berat jenisnya akan lebih tinggi dan cenderung bergerak ke bawah (di sekitar blok selinder). Keuntungan dari sirkulasi jenis ini tidak memerlukan pompa sirkulator sehingga konstruksinya lebih sederhana.

2)    Tipe-Tipe Sistem Pendinginan Air Diesel Penggerak Generator.
Secara garis besarnya sistem pendinginan air di atas dapat dibagi dalam 3 tipe / konstruksi, meliputi : (a). tipe Hopper, (b). tipe Radiator dan (c). tipe Kondensor.

Motor diesel dengan sistem pendinginan tipe hopper, efek pendinginan diperoleh dengan merambatkan panas blok selinder ke air pendingin, sehingga air akan menguap ke permukaan. Dalam jangka waktu operasi tertentu (40 menit sampai 1 jam) air pendingin dalam tangki harus ditambahkan. Indikator jumlah air pendingin tipe hopper ini biasanya menggunakan bola apung. Jika bola apungnya sudah tidak tampak, berarti jumlah air pendingin sudah menyusut dan perlu ditambahkan.

Motor diesel dengan sistem pendinginan tipe radiator, biasanya dilengkapi dengan kipas pendingin (cooling fan) dan tutup radiator. Saat mesin beroperasi, air yang berada di sekitar blok selinder menjadi panas dan bergerak naik ke tangki bagian atas dengan melewati sirip-sirip (fin) radiator. Efek pendinginan diperoleh dari aliran udara dari kipas pendingin ke sirip-sirip (fin) radiator. Tutup radiator berfungsi untuk menaikkan tekanan udara di dalam tangki yang berakibat titik didih air pendingin akan lebih tinggi dari 1000C, sehingga dapat memperlambat proses penguapan.

Keuntungannya dibandingkan dengan tipe hopper adalah frekwensi penambahan jumlah air pendingin ke dalam tangki lebih rendah.

Motor diesel dengan sistem pendinginan tipe kondensor juga dilengkapi dengan kipas pendingin (cooling fan), akan tetapi bagian atasnya tidak ditutup (tidak memiliki tutup radiator). Efek pendinginannya  memanfaatkan prinsip kondensasi (pengembunan). Uap air pendingin dilewatkan ke pipa-pipa kecil yang dialiri udara dari kipas pendingin, sehingga akan mengembun dan menjadi air kembali. Air tersebut akan ditampung dalam tangki kondensor.

Saat jumlah air pendingin dalam tangki bawah (di atas blok selinder) berkurang maka tekanan udaranya akan turun (terjadi kevacuman). Hal itu mengakibatkan air dalam tangki kondensor tersedot ke tangki bawah (di atas blok).

Keuntungan sistem pendinginan tipe radiator dan tipe kondensor dibandingkan dengan tipe hopper adalah mesin dapat dioperasikan selama kurang lebih 10 jam secara terus tanpa menambahkan air pendingin ke dalam tangki.


Rabu, 08 Desember 2010

Bodi Mobil Masa Depan Juga Berfungsi sebagai Baterai

Konsep pengembangan materi bodi mobil yang juga berfungsi sebagai baterai

Baterai yang menyimpan energi ketika mobil direm atau ketika dicolokkan ke stop kontak listrik di rumah atau tempat pengisian lainnya (charger). Ide yang hebat! 
 
Menurut para ahli Volvo Cars di Swedia, ide tersebut bisa saja menjadi kenyataan. Pasalnya, para ahli dan insinyur mereka saat ini memang sedang melalukan tes mengkaji visi tersebut untuk diwujudkan. Dijelaskan, Volvo merupakan satu dari sembilan peserta dalam proyek pengembangan materi ini dengan melibatkan para ahli lintas negara atau internasional. 
 
Ide itu muncul karena pengembangan mobil hibrida dan listrik menghadapi tantangan berat pada baterai. Saat ini, baterai yang digunakan terlalu besar dan berat. Akibatnya, bobot mobil bertambah dan menyebabkan efisiensi kurang. 
 
Untuk itu, pada awal tahun ini, Imperial College di London bersama 9 perusahaan Eropa dan lembaga lainnya membentuk proyek pengembangan materi baru tersebut. Untuk perusahaan otomotif, hanya Volvo yang dilibatkan.  

Dijelaskan pula, proyek ini mendapatkan bantuan 3,5 juta euro dari Uni Eropa. Targetnya, mengembangkan campuran serat karbon komposit dengan resin polimer. Materi ini nantinya bisa menyimpan dan menghasilkan energi lebih cepat dibandingkan baterai konvensional. 
 
Pada saat yang sama, sifat lain yang dikembangkan terhadap materi ini adalah bahan tersebut harus sangat kuat dan lentur agar bisa dibentuk menjadi panel bodi mobil. Berdasarkan perhitungan dari para ahli yang terlibat, panel dengan materi baru tersebut akan mengurangi bobot mobil 15 persen. 
 
HP dan laptop
Awalnya, ide tersebut muncul untuk menggunakan tempat ban serep yang kosong buat baterai. “Ruang yang relatif besar tersebut bisa dimanfaatkan untuk menempatkan baterai, tetapi ternyata masih kurang untuk memperoleh energi yang lebih besar. Kalau cuma untuk mematikan-menghidupkan mesin saat mobil tidak jalan, misalnya saat menunggu lampu kembali hijau, pemanfaatan ruang ban serep untuk baterai cukup,” papar Per-Ivar Sellergren, insinyur pengembangan pada Volvo Cars Material Centre. 
 
Dijelaskan pula, target Volvo berpartisipasi dalam proyek ini adalah untuk menjelaskan kelebihan dan kekurangan materi yang dikembangkan tersebut. “Kami ingin berbagi pengalaman teknologi yang akan disatukan di masa yang akan datang. Kami bisa menyumbangkan ide-ide keuntungan dan kekurangan dalam bentuk biaya dan kemudahan penggunaannya,” lanjut Per-Ivar. 
 
Ditambahkan, “Hampir setiap hari saya membaca bahwa ide-ide tentang teknologi ini dapat digunakan atau terus dikembangkan. Potensinya sangat luar biasa dan banyak orang tertarik.” 
 
Jika proyek ini sukses, maka lingkup penggunaannya sangat luas. Misalnya, telepon selular akan menjadi lebih tipis seperti kartu kredit dan laptop juga semakin enteng. 

sumber : kompas.com