Kamis, 16 Desember 2010

Proses Pengolahan Bijih Timah (Sn)

Bijih timah di Indonesia ditemukan pada sabuk pulau Sumatera dalam bentuk Kasiterit (SnO2). Proses pengolahan bijih timah sebenarnya cukup sederhana, hanya saja akan sedikit kesulitan dalam proses pemurniannya. Kesulitan itu disebabkan karena pengotor besi yang nilai kesetimbangannya hampir sama dengan timah.

 
Add caption
Figure 1. Bijih Kasiterit (SnO2)

Sebagaimana dengan bijih yang lainnya, proses benefisiasi bisa dilakukan dengan melakukan pengkonsentrasian secara gravitasi untuk meningkatkan kadar SnO2 dalam bijih. Setelah kadar meningkat, bisa dilakukan reduksi (peleburan) SnO2 sehingga terjadi reaksi berikut:
SnO2 + CO = SnO + CO2
SnO + CO = Sn + CO2
Kesetimbangan fasa logam dan fasa terak adalah sebagai berikut:
 
Jila [aSn] = 1, maka :
Kesetimbangan untuk reduksi besi oksida sebagai berikut:
Berdasarkan kesetimbangan tersebut didapatkan:
Dari data termodinamika, KSn tidak terlalu jauh berbeda dengan KFe sehingga kemungkinan pembentukan Fe terjadi. Di samping itu Fe dapat larut dalam Sn, bahkan akan membentuk senyawa intermetalik sehingga sangat menurunkan kualitas logam Sn. 
Figure 2. Binary Phase Diagram Of Fe-Sn

Sebaliknya, jika diinginkan dihasilkan Sn dengan kemurnian tinggi maka akibatnya kehilangan Sn (sebagai SnO dalam terak) akan membesar. Oleh karena itu peleburan timah umumnya dilakukan lebih dari satu tahap agar dapat dicapai hasil yang optimal, yaitu memproduksi timah dengan kemunian tinggi tanpa kehilangan yang besar.


0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More