Rabu, 08 Desember 2010

Kenapa Perempuan Suka Sinetron?


SHUTTERSTOCK


Pernahkah kamu melihat sinetron? Jika pertanyaan ini saya ajukan ke teman-teman saya, karena kebetulan saya tinggal di Jakarta, bekerja dan baru pulang larut malam, maka jawaban yang saya dapatkan adalah tidak pernah. Entah bohong karena tidak ingin diketahui menonton sinetron yang seringkali dianggap berlebihan penyajianna, atau memang tidak menonton karena memang tidak punya waktu atau betul-betul tidak suka. Tentu tidak ada yang tahu.

Pada awalnya saya meragukan rating sinetron yang cukup tinggi bahkan seringkali mengambil slot tayangan yang paling mahal dan terklaim sebagai prime time. Karena jujur saja, saya beberapa kali melihatnya dan konfliknya betul-betul menguras emosi penonton dan membawa penonton ke mimpi indah karena pemainnya yang bisa membuat penggemarnya gemas. Saya kemudian percaya bahwa sinetron memang digemari terutama untuk perempuan setelah melihat bagaimana beberapa perempuan yang cukup dekat dengan saya dan punya banyak waktu, memberikan jadwal khusus kepada pengisi prime time ini untuk memuaskan mata dan emosi mereka.

Hal ini semakin tidak terbantahkan, ketika hasil riset terhadap 1301 perempuan di 8 kota (Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Medan, Makasar, Denpasar dan Palembang) menyatakan bahwa tontonan favorit mereka untuk media televisi adalah sinetron.

Sebanyak 24 persen dari total responden perempuan yang disurvey menyatakan bahwa stasiun televisi favorit mereka adalah SCTV dengan acara favoritnya adalah Cinta Fitri yang dipilih oleh 50,7 persen responden. Mungkin anda pernah ingat bagaimana Sinetron Cinta Fitri digemari almarhumah Ibu Ainun Habibie yang kemudian membuat semua perempuan wajib melihat sinetron ini. Dan anda bisa bayangkan sinetron ini begitu digemari hingga saat riset dibuat sudah mencapai season ke 7. Berikutnya stasiun TV favorit setelah SCTV adalah RCTI yang juga menjadi pilihan perempuan karena program sinetronnya yang juga favorit

Apa sih yang membuat sinetron ini begitu menarik bagi perempuan? Jika ditelusuri, alur cerita yang berkaitan dengan konflik, lengkap dengan permainan emosi di dalamnya, mimpi-mimpi yang diceritakan seperti halnya kehidupan nyata, keindahan hidup yang seringkali melebihi kenyataan dan perwujudan mimpi (yang biasanya ditokohkan oleh perempuan) menjadi perhatian bagi perempuan-perempuan yang tertarik untuk menonton sinetron.

Kemajuan teknologi perfilman dan persinetronan di Indonesia sendiri sudah mendukung pengambilan gambar-gambar indah yang mampu memuaskan mata penontonnya ditambah dengan akting artis-artis idola dengan penampilan yang diinginkan oleh semua perempuan. Semakin lengkap bagaimana kemudian sinetron ini masih menjadi penghuni slot termahal di program acara televisi.

Bicara sinetron tentunya berbeda dengan iklan, banyaknya iklan di media televisi seringkali dianggap mengganggu dan dengan penemuan remote control membuat penonton dengan mudah memindahkan channel ke program lain yang bukan iklan. Untuk menjaga konsistensi penonton terutama perempuan, jika anda ingat produk Ponds white, tentu anda ingat bagaimana serial iklan ini begitu menarik karena bercerita tentang kisah cinta seorang gadis cantik dan pria tampan yang ditayangkan teaser-nya di beberapa stasiun TV yang awalnya dianggap sebagai film atau sinetron baru dan ternyata iklan. Efek yang lebih hebat lagi adalah serial iklan ini berhasil membuat produk Ponds White menghilang di pasaran karena begitu dicari oleh para perempuan.

Maka jangan pernah menganggap enteng sinetron dan pengaruhnya, apa yang digunakan pemain dalam sinetron tersebut bisa dengan mudah mempengaruhi perempuan. Apa yang digunakan bisa menjadi trend seketika itu juga. Bagaimana sebuah baju kerja yang dipakai dalam sinetron Cinta Fitri bisa memiliki label baju kerja Cinta Fitri atau kerudung yang digunakan dalam satu sinetron religi memiliki label pemain sinetronnya. Dan hal ini kemudian menjadi trend dikalangan perempuan.

Bagi perempuan, sinetron seolah menjawab desire mereka untuk menjadi seperti idola mereka. Apa saja yang digunakan oleh idola mereka dan dipandang cantik tentu saja akan membawa perempuan ke perasaan yang sama dengan idola mereka. Desire yang mengarahkan bahwa jika mereka menggunakan produk yang sama dengan idola mereka maka akan terlihat sama dengan sang artis tentunya memberikan kepuasan tersendiri.

Merefleksikan desire ini tentunya tidak akan dinyatakan secara terus terang oleh perempuan, karena perempuan selalu ingin menjadi trend setter, tapi amati mereka dan temukan keinginan terdalam mereka dan buatlah alasan supaya perempuan bisa terkoneksi dengan produk dan merek serta update terhadap kebaruannya maka akan sangat mudah memenangkan hati perempuan.
---------------
Artikel ini ditulis berdasarkan analisa hasil riset sindikasi terhadap 1300 responden perempuan di 8 kota besar di Indonesia, SES A-D, Usia 16-50 tahun, yang dilakukan bulan Mei - Juni 2010 oleh MarkPlus Insight berkerjasama dengan Komunitas Marketeers.


Sumber : http://www.kompas.com


0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More