Kamis, 28 Oktober 2010

Seputar Power Steering

Tahukah anda apa yang dimaksud dengan power steering? yaitu mekanisme yang menggerakkan roda ke kanan dan ke kiri. Apa saja sih yang ada dalam mekanisme tersebut? dan bagaimana kita menjaganya agar awet?

sumber: howstuffworks.com
Ada 2 tipe power steering yang akan di bahas disini antara lain tipe rack and pinion dan recirculating ball. Dalam ke dua tipe tersebut ada beberapa alat pendukung power steering antara lain:
  1. Tenaga hidraulis yang disediakan oleh Rotary vane Pump dikendalikan oleh mesin mobil melalui belt dan pulley. Rotary vane pump terdiri dari beberapa vanes (kipas) yang berputar kedalam ruang oval. Pada saat vanes itu berputar maka bersamaan dengan itu menarik minyak power steering dari return line dan menekan nya ke saluran keluar (outlet) dengan tekanan yang sangat tinggi. Jumlah aliran tersebut tergantung dari kecepatan mesin. Pompa tersebut di disain agar dapat mengalirkan minyak yang cukup pada saat kendaraan idling, dan memompa lebih banyak minyak pada saat mesin berada pada putaran yang lebih tinggi.
  2. Sistem power steering berfungsi membantu pengemudi pada saat pengemudi ingin membelokkan kendaraan baik ke kanan maupun ke kiri. Apabila pengemudi dalam keadaan berjalan lurus maka tidak ada daya yang bekerja pada power steering. Alat yang menanggapi hal tersebut disebut dengan rotary valve.

Seperti disebutkan di atas, ada dua tipe power steering yang sering digunakan di kendaraan pada umumnya antara lain:

Rack and Pinion
Adalah tipe yang paling umum digunakan di banyak kendaraan dewasa ini baik pada kendaraan sedan, truk kecil dan SUV. Mekanismenya sangat sederhana. Rack and Pinion Gear dalam suatu set di tutup dalam silinder metal dan ujung-ujungnya keluar dari dalam tabung. Tie rod menghubungkan antara tiap ujung dari rack. 

sumber: howstuffworks.com
Gearset rack and pinion melakukan dua hal antara lain:
  1. mengkonversikan gerakan memutar roda kemudi menjadi gerakan linear yang diperlukan untuk membelokkan roda ke kiri dan ke kanan.
  2. Terdapat gear reduction yaitu mengandung banyak roda gigi yang membuat kita memutar roda kemudi lebih ringan.
Pernahkah anda mendengar istilah steering ratio?
Steering ratio adalah seberapa banyak anda memutar roda kemudi berbanding seberapa banyak roda ber belok. Sebagai contoh apabila kita memutar roda kemudi satu putaran penuh (360 derajat) dan roda kendaraan berbelok 20 derajat, maka steering ratio nya adalah 360/20, atau 18:1. Semakin tinggi ratio berarti anda harus memutar roda kemudi lebih banyak untuk melakukan belokan tapi tenaga yang diperlukan lebih sedikit karena rasio gigi yang tinggi. Biasanya mobil sport atau mobil yang ringan memiliki rasio gigi yang lebih rendah dibandingkan dengan truk atau SUV

Recirculating Ball
Tipe ini sering digunakan pada truk maupun SUV. Cara kerjanya hampir serupa dengan Rack and Pinion hanya disini dirubah hanya sistem penggerak nya saja.

sumber: howstuffworks.com
Recirculating ball steering mengandung worm gear. Roda kemudi di baut pada metal blok yang mengandung worm gear didalamnya. Worm gear tersebut yang menggerakkan pitman arm agar dapat mendorong tie rod ke  kiri dan ke kanan.

sumber: howstuffworks.com

Steering shaft dari roda kemudi tida menyentuh blok worm gear tersebut, karena worm gear tersebut di isi oleh bola-bola besi (ball bearings). Tujuan dari bola-bola besi tersebut adalah untuk menghindari adanya gap yang terjadi antara steering shaft dengan blok worm gear sehingga setir terasa "kosong". Selain itu juga untuk menghindari gesekan yang berlebihan pada blok worm gear.

Apa yang harus dilakukan untuk membuat power steering system awet?
  1. Oli power steering memiliki interval penggantian yang amat panjang dan harus diganti pada saat ada penggantian pada sistem power steering. Penggantian tersebut bertujuan agar kotoran-kotoran dari sistem power steering yang lama akan terbuang dan tidak dapat merusak alat yang baru dipasang.
  2. Hindari membelok dengan patah yang terkadang membuat pompa power steering berdengung. Hal ini untuk menghindari tekanan tinggi yang berlebihan disuplai ke steering system sehingga dapat membuat high pressure line bocor.
  3. Hindari mematikan mesin dalam keadaan roda berbelok. Karena pada saat berbelok saluran high pressure (tekanan tinggi) akan dipenuhi dengan minyak power steering bertekanan tinggi, dan ini akan terus menerus terjadi sampai roda kembali lurus.

Sumber : http://www.ps8auto.com/index.php?option=com_content&view=article&id=70:seputar-power-steering&catid=11:seputar-otomotif&Itemid=24


0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More